Menjawab Kumandang Azan pada Khutbah Jum’at

Menjawab Kumandang Azan – Ada shalat yang wajib dan ada juga shalat sunnah. Namanya aja shalat wajib tentu kita wajib melaksanakannya seperti shalat lima waktu, jika anda melanggarnya akan mendapat dosa. Sedangkan Shalat sunnah dianjurkan dikerjakan, tentunya setiap shalat yang kita kerjakan akan mendapat pahala dari Allah.

Semoga dengan membaca Menjawab Kumandang Azan pada Khutbah Jum’at kita bisa lebih paham akan tuntutan – tuntutan dan kewajiban kita kepada Allah SWT.

Menjawab Kumandang Azan pada Khutbah Jum’at

Di antara perintah saat pelaksanaan khutbah Jum’at adalah tidak bolehnya makmum berbicara, ia harus benar-benar menyimak khutbah. Bagaimana jika makmum atau jama’ah ingin menjawab kumandang azan saat imam sudah naik mimbar? Padahal ada perintah seperti ini pula, ataukah ia tetap diam?Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ“Jika kalian mendengar kumandang adzan dari muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan.” (HR. Muslim no. 384).Dalam Syarhul Mumthi’ (5: 61-62), Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika imam telah  memberi salam kepada jama’ah, ia disunnahkan duduk hingga selesai kumandang adzan. Ketika itu, hendaklah menjawab seruan muadzin (dengan mengucapkan yang semisal) karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian mendengar seruan muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan.” Hadits ini adalah umum. Jika imam berada di mimbar, hendaklah ia menjawab adzan, begitu pula makmum. Hendaklah mereka mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin kecuali pada lafazh ‘hayya ‘alash sholaah’ dan ‘hayya ‘alal falaah’, hendaklah mereka ucapkan ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah’.”Adapun menjawab adzan kala itu, cukup dengan suara lirih sebagaimana asal do’a dan dzikir adalah demikian. Allah Ta’ala berfirman,وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْل“Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara.” (QS. Al A’rof: 205)ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’rof: 55)Ulasan lebih lengkap mengenai bahasan di atas, silakan dilihat pada artikel blog kami: Hukum Berbicara Ketika Khutbah Jum’at. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.
Menjawab Kumandang Azan pada Khutbah Jum’at | waridi | 4.5